Nah, sekarang gue mau posting sesuatu yang agak bermanfaat ini eh.
Sekarang, coba deh kalian baca sedikit kalimat di bawah ini.
Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, utruan hruuf dlaam
ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa
tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna.
Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak m…ebmcaa huurf per hruuf, nmaun
ktaa per ktaa.Laur bisaa kan?Sdaar aatu ngagk klaian brau sjaa mambcea
dgnaen tiluasn ynag batrantakan.
Nah lo.. Udah ngalamin sendiri kan ? Ini bukti kalo otak kita tuh kecerdasannya komplek banget saat kita membaca. Otak kita gak perlu lagi ngeja satu-satu hurufnya buat nemuin suatu kata. Doi [si otak] secara otomatis bakalan nerjemahin susunan huruf itu, walaupun susunannya acak sekalipun. Yang paling penting d sini itu hurf pertama dan terakhir, sisanya bisa d terjemahkan oleh si doi. Bagaimanapun manipulasi tulisan seperti di atas tadi, otak tetap bekerja sempurna dengan cara mencari hal-hal yang lebih penting dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting.
Mungkin salah satu penyakit yang menyerang otak adalah dyselexia. Pernah nonton film india Taare Zameen Par gak ? anak kecil yang gak bisa membaca, kalo menulis selalu abstrak seperti tidak sesuai urutannya, padahal dia ahli di bidang seni. Mungkin seperti ini yang dinamakan dyselexia.
Yang gue pikir sekarang: orang normal aja, di kasih tulisan acak masih bisa membacanya dengan baik dan benar. Secara gak sadar otak kita benar-benar cerdas kan. Beruntunglah dan bersyukurlah kalian orang normal [maaf.bagi yang merasa tidak]. Beda banget kan ma orang yang dyselexia, di suruh baca gak bisa, nulis malah abstrak. walaupun dia punya kecerdasan sendiri sih.
Oh, God,, gue baru aja nulis sesuatu yang sedikit bermanfaat. akhirnya..
pesan moral : jangan kira yang nulis tulisan wana biru tuh orang dyselexia, itu gue nemu sendiri eh! karna gue bukan dyselexia. hahay~
Diposting oleh






0 komentar:
Posting Komentar